Mencecap ‘Masa Lalu’ di Kuliner Legendaris Bandung

Jakarta, CNN Indonesia — Bumi Pasundan (Priangan) lahir ketika Tuhan sedang tersenyum. Begitu ucap M.A.W Brouwer, seorang psikolog kum budayawan asal Belanda, memuji kemolekan Kota Bandung dan sekitarnya.

Pohon-pohon yang masih menggumul di tiap sudut kota dan udara khas dataran tinggi menarik perhatian banyak pelancong. Tak heran jika setiap akhir pekan, Bandung selalu mendadak penuh.

Banyak hal di Bandung yang menarik untuk dikunjungi. Wisata alam yang mengelilingi kota, pusat-pusat perbelanjaan fesyen, hingga dereten kuliner yang ditawarkan.

Sekira satu dekade ke belakang, banyak kuliner asal Bandung yang mendadak naik daun. Deretan kuliner hit dan kekinian itu merupakan buah karya inovasi warga lokal kota.

Namun, bak novel dengan puluhan bab, Bandung juga penuh dengan cerita masa lalu. Tak terkecuali cerita kakek dan nenek yang mengiringi kejayaan sejumlah cita rasa kuliner lawas di Kota Bandung.

Kemunculan kuliner-kuliner lawas ini berjalan seiring dengan proses akulturasi budaya yang terjadi pada masanya. Tak heran jika beberapa menunya terpengaruh dari kuliner negara asal seperti China, Belanda, dan Prancis.

Tak cuma itu. Eksistensi sederet kuliner lawas ini juga terpengaruh oleh beberapa kebijakan pemerintah Orde Baru. Mulanya, beberapa kuliner lawas ini menggunakan nama berbahasa negara asalnya. Namun, kebijakan Orde Baru–pasca-meletusnya G30S/PKI–membuat mereka harus menggantinya dengan nama berbahasa Indonesia.

ilustrasi

Foto: Raw Pixel

ilustrasi

Sejumlah kuliner lawas itu rata-rata berada di kawasan pusat Kota Bandung. Mereka masih berdiri tegak di tengah modernitas kehidupan Kota Bandung zaman kiwari. Pesona, cerita, dan cita rasanya tak lekang dimakan waktu.

Berikut CNNIndonesia.com sajikan lima rekomendasi kuliner legendaris di Kota Kembang.

1. Warung Kopi PurnamaWarung Kopi Purnama merupakan warung kopi tertua di Kota Bandung. Warung ini berdiri sejak 1930 dengan nama Chang Chong Se, yang artinya ‘Silakan Mencoba’.

Namun, nama itu harus berganti pada tahun 1966 seiring munculnya kebijakan pemerintah Orde Baru untuk menggunakan nama berbahasa Indonesia.

Konon, dahulu kala, warung kopi yang satu ini menjadi tempat berkumpulnya para pengusaha Tionghoa di kawasan Pecinan Bandung.

Kopi susu panas adalah salah satu menu utamanya. Mereka mempertahankan sajian kopi susu tradisional dengan racikan bubuk kopi Aroma–salah satu pabrik kopi legendaris Bandung–yang dicampur dengan susu kental manis.

Sebagai teman, ada roti selai srikaya–menu andalan lainnya–yang siap menemani segelas kopi susu Anda. Yang menarik di sini adalah selai srikaya yang dibuat secara homemade menggunakan resep turun temurun.

[Gambas:Instagram]

Kehadiran Warung Kopi Purnama muncul seiring proses akulturasi budaya, khususnya terhadap kedatangan orang-orang Tionghoa. Sejak 1881, penduduk Kota Bandung mengenal beberapa makanan Tionghoa. Sebut saja cakue atau cahkwe–salah satu penganan tradisional Tionghoa–yang juga hadir di Warung Kopi Purnama.

Anda yang tertarik untuk bertandang disarankan untuk berjalan kaki saja. Ruas jalan yang sempit tak memungkinkan Anda untuk memarkirkan kendaraan. Atau, Anda juga bisa memarkirkan kendaraan di area Alun-Alun Kota Bandung. Tak sampai 10 menit, Anda akan tiba di Warung Kopi Purnama dengan berjalan kaki.

Lokasi: Jalan Alkateri No.22, Sumur Bandung

Jam buka: 6.30 WIB – 22.00 WIB

2. Sumber HidanganTak salah lagi, Sumber Hidangan adalah salah satu kafe paling autentik yang ada di Kota Bandung. Berdiri sejak 1929 silam dengan nama Het Snoephuis, kafe satu ini tak banyak membuat perubahan signifikan.

Tak seperti warung-warung legendaris lainnya, Sumber Hidangan seolah tak berminat ‘mempercantik’ diri. Bangunan dibiarkan kusam, namun tetap gagah dengan langit-langit yang tinggi dan pintu yang menjulang.

Di sini, Anda juga harus melupakan wifi dan sofa empuk ala kafe kekinian. Karena di sini, Anda diminta untuk menerawang ke masa lalu, ketika meneer-meneer menghabiskan waktu santainya di ruangan itu.

Sumber Hidangan terdiri dari dua bagian, restoran dan toko roti. Tak banyak menu yang disajikan di restoran. Hanya ada nasi goreng, bistik, dan wiener schnitzel. Nama yang terakhir adalah menu asal Eropa berupa sepotong daging tipis yang digoreng dengan tepung roti.

[Gambas:Instagram]Lalu, ada pula berbagai menu es krim yang menjadi andalan. Anda bisa mencoba yang paling spesial, Es Krim Sumber Hidangan Spesial. Menu ini terdiri dari cokelat, moka, arben, dan kopyor. Tampak pula taburan manisan buah dan kismis di sekeliling es krim, membentuk perpaduan rasa asam dan manis di lidah.

Ada beberapa menu es krim di Sumber Hidangan yang diracik dengan rum (alkohol). Bagi Anda yang tak biasa dengan alkohol, ada baiknya jika Anda bertanya dulu pada pelayan.

Kini, Sumber Hidangan kerap didatangi oleh pelancong-pelancong mancanegara. Untuk menjangkaunya, Anda disarankan untuk berjalan kaki saja. Jalanan Braga yang selalu penuh bisa membuat Anda sulit menemukan lahan parkir. Lagi pula, apa salahnya untuk menikmati kemolekan deretan lukisan yang berjajar di kawasan Braga sebelum mencecap es krim di Sumber Hidangan?

Lokasi: Jalan Braga No.20-22, Sumur Bandung

Jam buka: 9.30 WIB – 15.30 WIB

3. Toko Roti SidodadiAda yang menyebut bahwa Anda belum ke Bandung jika tak mampir ke Toko Roti Sidodadi. Berada di pusat Kota Bandung, Sidodadi merupakan salah satu toko roti yang selalu penuh oleh pengunjung.

Berdiri sejak tahun 1954 silam, Toko Rodi Sidodadi menjadi bentuk ‘pemberontakan’ warga pribumi terhadap kolonial. Pada masa kolonial, roti dianggap sebagai penganan mewah yang hanya bisa dinikmati kalangan bangsawan.

Tak ayal, Anda dengan mudah akan menemukan roti-roti khas Belanda yang sulit ditemui di tempat lain. Roti-roti itu di antaranya roti gambang, roti kranten, roti horn yang berisi vla susu, dan roti tawar frans dengan isi vla cokelat.

Roti di Sidodadi berbeda dengan roti khas Belanda pada zamannya. Jika roti buatan Belanda memiliki tekstur yang keras, tidak dengan Sidodadi. Mereka memberikan roti dengan tekstur yang lembut nian.

[Gambas:Instagram]Roti Sidodadi setia pada resep nenek moyang. Roti ini menggunakan ragi dari bahan peuyeum alias tape fermentasi, tanpa pengawet maupun improver (pengembang roti). Kelembutan roti berasal dari susu asli. Bahkan, isian roti seperti selai nanas dan stroberi dibuat dengan resep turun temurun.

Untuk menjangkaunya, Anda hanya perlu membawa kendaraan Anda menuju pusat Kota Bandung. Letaknya ada di tengah-tengah kawasan perbelanjaan kota.

Sedikit saran dari CNNIndonesia.com, datanglah ke Toko Roti Sidodadi sebelum pukul 12.00 WIB. Sebab, roti-roti itu biasanya mulai ludes terjual sejak siang hari.

Lokasi: Jalan Otto Iskandar Dinata No.255, Astana Anyar

Jam buka: 10.00 WIB – 20.00 WIB

4. Rasa Bakery & CakeKuliner Kota Bandung tak lepas dari pengaruh orang-orang Belanda. Kemunculan mereka didorong oleh kebutuhan orang-orang Belanda akan ontbijt alias menu sarapan. Tak heran jika sejumlah menu kafe lawas di Kota Bandung dipenuhi oleh menu-menu barat.

Tengok saja Rasa Bakery & Cake yang berlokasi di kawasan pusat Kota Bandung. Meski nama ‘Rasa Bakery & Cake’ baru muncul sejak 1963, namun kafe ini sesungguhnya telah eksis sejak 1910 silam.

Awalnya, kafe ini bernama Hazes, yang merupakan produsen kuliner asal Belanda.

Keistimewaan sejumlah menu–roti, permen, dan kue–membuat Hazes menjadi salah satu pemasok utama makanan untuk Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada masanya.

[Gambas:Instagram]Berbagai menu ala Eropa ada di sini. Mulai dari kue soes, bitterballen, lasagna, hingga es krim dengan berbagai varian.

Namun, yang paling tersohor adalah Coco Royal Ice Cream. Es krim ini merupakan perpaduan antara rasa vanila, cokelat, dan stroberi yang disajikan di sebuah batok kelapa. Sajian itu biasanya dilengkapi dengan kue wafer, buah, dengan air kelapa yang disajikan terpisah.

Berbeda dengan beberapa kuliner legendaris lainnya, Rasa Bakery & Cafe terus berusaha mempercantik diri, tanpa menghilangkan suasana tempo dulu. Tak aneh, jika tempat ini selalu dipenuhi oleh antrean pengunjung yang ingin berburu es krim.

Lokasi: Jalan Tamblong No.15, Sumur Bandung

Jam buka: 08.00 WIB – 21.30 WIB

5. Warung C’MarBerbeda dengan deretan kuliner legendaris yang telah dijelaskan sebelumnya. Secara usia, Warung C’Mar relatif jauh lebih muda. Kendati demikian, rasanya tak ada yang menandingi kepopuleran warung yang satu ini.

Berdiri sejak 1990, Warung C’Mar tak menyediakan sajian menu yang terlalu istimewa. Sederhana saja, warung yang satu ini hanya menyediakan sajian ala rumahan. Mulai dari telur balado, capcay, tahu-tempe goreng, dan sederet menu rumahan lainnya.

Tempatnya juga sederhana, menu parasmanan disajikan di sebuah los. Pengunjung dipersilakan melahap makanan yang dibawanya di kursi-kursi plastik yang ada di sana. Tak ada sofa, apalagi wifi.

Namun, warung ini dipastikan selalu penuh selama jam operasi. Barangkali salah satunya disebabkan oleh sajian gulai sapi yang bisa diambil sepuasnya dengan bayaran yang sama.

Awalnya, C’Mar dibuka untuk memenuhi kebutuhan loper koran yang beraktivitas di bantaran Sungai Cikapundung, Bandung. Seiring berjalannya waktu, nama C’Mar kian populer, khususnya di kalangan anak muda.

Saat itu, warung yang beroperasi sejak sore hingga dini hari ini kerap menjadi tujuan terakhir muda-mudi yang baru saja melepas penat di sejumlah klub malam di sekitarnya. Wajar saja, di era 1990-an hingga awal 2000-an, kawasan Braga memang dipenuhi oleh sejumlah klub malam hit Kota Kembang dan sejumlah gedung atau bar tempat gelaran-gelaran musik digelar.

Sampai saat ini, popularitas C’Mar terus meroket. Meski harga yang ditawarkan kian mahal, tapi warung ini kerap menjadi kesukaan pesohor-pesohor ibu kota.

Lokasi: Jalan Terusan ABC No. 21, Sumur Bandung

Jam buka: 16.00 WIB – 05.00 WIB

6. Braga Permai
Braga Permai juga termasuk salah satu restoran legendaris. Restoran yang sudah berdiri sejak tahun 1923 ini memiliki nama Belanda Maison Bogarijen.

walnya restoran ini dibuka pada tahun 1918 oleh L Van. Bogerijen di sisi timur persimpangan bragaweg dan oude hospitalweg. Namun pada 1923, restoran ini dipindahkan ke lokasi yang saat ini ditempati, Braga Permai.

Seperti namanya, restoran ini menyajikan makanan aneka kuliner Indonesia dan Belanda. Beberapa menunya antara lain aneka kue, cokelat, dan es krim. Beberapa makanan yang populer adalah ontbijkoek, booterstaf, ananas gebak dan almond speculaas.

Bebek saus jamur, beef fondue, sampai sirloin steak yang rasanya akrab di lidah orang Indonesia pun juga bisa dicicipi di sini. Pada masanya, restoran ini menjadi favorit tokoh terkemuka di kerajaan Belanda dan juga Gubernur Jenderal Hindia Belanda.

Lokasi: Jl. Braga No. 58, Bandung

(asr/chs)
Source

Recommended For You

About the Author: justmeaja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *